Program Studi (prodi) Pendidikan Teknik Informatika (PTI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bekerja sama dengan Ikatan Guru TIK PGRI menggelar pertemuan untuk menyusun naskah akademik mapel TIK, Sabtu, 24 Februari 2018. Tujuan dari kegiatan ini adalah terciptanya naskah akademik yang dapat digunakan sebagai landasan kurikulum komputer sains masuk ke dalam mata pelajaran. Sebab, berkaca pada era revolusi industri 4.0 ini, teknologi informasi dan komunikasi merupakan hal yang wajib dikuasai jika tidak ingin ketinggalan dengan bangsa lain.
Hadir sebagai pemandu kegiatan sekaligus koordinator selaku aktivis TIK, Wijaya Kusumah, SPd.,MPd., berpendapat bahwa materi TIK itu seharusnya masuk sebagai suatu mata pelajaran di sekolah-sekolah di Indonesia. Di beberapa negara Eropa, seperti Ingggris misalnya, bahkan sudah menerapkan kurikulum komputer sains sejak duduk di tingkat Sekolah Dasar. Karene mereka sadar betul bahwa ilmu komputer ini merupakan pondasi utama jika tidak ingin tertinggal di era revolusi industri 4.0 sekarang ini, lanjut pria yang sering dipanggil Om Jay itu.
Dari pertemuan yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari di ruang Cakap 1 FKIP UMS ini dihasilkan suatu draft naskah akademik yang akan dibawa ke Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Muhajir Effendy. Dengan demikian, pemerintah dapat mempertimbangkan kembali kurikulum yang ada saat ini supaya bisa memasukkan komputer sains.
Secara penuh, Pendidikan Teknik Informatika UMS melalui Kaprodinya, Drs. Sujalwo, M.Kom. mendukung perjuangan teman-teman Aktivis TIK ini. Bahkan, Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno juga menegaskan tentang dukungan ini.

