Dosen PTI UMS Wakili Indonesia dalam Lokakarya AI dan Transformasi Digital Pendidikan Vokasi di Korea Selatan

Jeju Island, 26 Maret 2025- Irma Yuliana, S.T., M.Kom., dosen Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi (PTI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), usai mengikuti kegiatan berskala internasional bertajuk “Capacity-Building on AI and Digital Transformation in Education for ASEAN TVET Teachers and Educators”. Lokakarya berlangsung selama tanggal 23 hingga 26 Maret 2025 di Cheju Halla University (CHU), Pulau Jeju, Korea Selatan.

Lokakarya internasional ini diselenggarakan bersama antara Southeast Asian Ministers of Education Organization – Technical and Vocational Education and Training (SEAMEO TED) dengan Cheju Halla University. Kegiatan ini secara khusus dirancang untuk meningkatkan kapasitas pendidik dalam bidang Technical and Vocational Education and Training (TVET) se-ASEAN dalam menghadapi era transformasi digital dan kecerdasan buatan (AI).

“Lokakarya yang sangat bermanfaat bagi pengembangan profesional pendidik TVET di kawasan ASEAN, termasuk Indonesia. Kami mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana AI dan transformasi digital dapat diintegrasikan ke dalam sistem Pendidikan vokasi,” ungkap Irma Yuliana.

Gambar 1. Kegiatan di dalam kelas

Selama empat hari, para peserta diarahkan untuk mendalami berbagai aspek AI dan transformasi digital dalam pendidikan melalui serangkaian kegiatan komprehensif. Kegiatan lokakarya meliputi sesi pemaparan materi oleh pakar internasional, diskusi kelompok, praktik langsung pengembangan prototipe pembelajaran berbasis digital dan AI, serta kunjungan ke laboratorium AI di Cheju Halla University. Selain itu, para peserta juga berkesempatan untuk melakukan sesi kolaborasi lintas negara dalam mengembangkan model pembelajaran inovatif yang mengintegrasikan teknologi AI.

Lokakarya ini menghasilkan beberapa capaian penting. Pertama, seluruh peserta kini memiliki pemahaman dasar yang komprehensif tentang AI dan transformasi digital dalam konteks pendidikan. Kedua, setiap peserta telah berhasil menghasilkan prototipe pembelajaran berbasis digital dan AI yang relevan dengan bidang keahlian masing-masing. Ketiga, terbentuknya jejaring kerjasama yang solid antara pendidik TVET ASEAN, yang diharapkan dapat menjadi wadah kolaborasi berkelanjutan di masa mendatang.

Capaian keempat yang tidak kalah penting adalah tersusunnya rekomendasi strategis untuk pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap AI dan transformasi digital, baik di tingkat nasional maupun regional ASEAN. Rekomendasi ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemangku kebijakan pendidikan di negara-negara ASEAN dalam mengembangkan kebijakan pendidikan yang responsif terhadap perkembangan teknologi.

Gambar 2. Penyerahan Sertifikat

Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi (PTI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus melakukan penyempurnaan dan percepatan pengembangan untuk memenuhi tuntutan era yang berkembang pesat, dengan tetap memegang teguh nilai-nilai keislaman dalam mewujudkan visinya mencetak pendidik unggulan di bidang teknik informatika.

Kehadiran Irma Yuliana dalam lokakarya internasional ini memberikan dampak positif bagi pengembangan pendidikan di UMS, khususnya Program Studi PTI. “Ilmu yang saya dapatkan dari lokakarya akan diwujudkan dalam transformasi kegiatan pembelajaran di PTI UMS. Selain itu, jejaring yang terbangun dengan pendidik TVET dari negara-negara ASEAN lain membuka peluang kolaborasi riset dan pengembangan pembelajaran berbasis teknologi di masa mendatang,” tambah Irma

Dengan berakhirnya lokakarya ini, diharapkan akan terjadi peningkatan kualitas pembelajaran berbasis teknologi di institusi pendidikan se-ASEAN, termasuk di UMS. Kolaborasi antar pendidik TVET ASEAN yang terbentuk selama lokakarya juga diharapkan dapat terus berlanjut dalam bentuk riset bersama, pertukaran staf pengajar, maupun program pengembangan kapasitas lainnya di masa mendatang.