Terapkan Kecerdasan Buatan Dalam Media Pembelajaran, Mahasiswa PTI UMS Juara 1 Inovasi Pembelajaran Tingkat Nasional

Perkembangan dunia abad 21 ditandai dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam segala segi kehidupan, tak terkecuali dalam dunia Pendidikan salah satunya adalah penggunaan media dalam proses pembelajaran. Namun kenyataanya, penggunaan media pembelajaran ini terkadang tidak diperhatikan oleh guru, hal ini terjadi karena menggunakan media dalam pembelajaran membutuhkan persiapan yang lebih sehingga dengan banyaknya aktivitas yang dimiliki oleh guru sehingga penggunaan media dalam pembelajaran sering diabaikan oleh guru. Melihat permasalahan tersebut memberikan ide bagi Fajar Wibisono, mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika semester 8 untuk menciptakan sebuah media pembelajaran baru berbasis Artificial Intelligence yang diberi nama “Smart Geometry Object Detection”.

Teknologi Artificial Intelligence yang digunakan dalam media ini adalah shape detection yang mana system akan berusaha mengenali secara mandiri objek-objek yang terdeteksi pada kamera. Kemudian jika suatu objek sudah terdeteksi, maka akan dicocokkan dengan database. Jika objek yang dideteksi termasuk dalam salah satu objek yang ada di database maka system akan memberikan penjelasan terkait objek yang dideteksi. Algoritma yang digunakan dalam proses pendeteksian objek sendiri menggunakan color channel statistics, mudahnya, objek akan dideteksi dengan cara menghitung statistic dasar dari objek tersebut seperti mean dan juga standard deviation di setiap channel warna (R, G, B). Dengan menghitungnya kita akan dapat merepresentasikan distribusi warna dari objek tersebut, sehingga objek tersebut akan terdeteksi oleh sistem.

Gambar 1 Hasil simulasi penggunaan algoritma shape detection menggunakan color channel statistics

“Media ini dibuat dengan bahasa Python menggunakan OpenCV. Media ini bekerja dengan mengarahkan flash card yang berupa gambar objek-objek bangun datar ke kamera, kemudian distribusi warna dari masing-masing objek akan dihitung dan system akan berusaha mendeteksi objek yang tertangkap kamera disertai dengan audio penjelasannya, karena media ini basisnya machine learning maka bisa saja kita menggunakan objek-objek di sekitar kita misalnya buku maka system akan mendeteksinya sebagai persegi panjang. Hal ini dimaksudkan agar siswa juga bisa mulai mengenali bangun datar apa saja yang terdapat di sekeliling rumahnya”, ujar Fajar Ketika menjelaskan cara kerja Smart Geometry Object Detection saat diwawancarai tim prodi PTI.

Gambar 2 Tampilan media pembelajaran Smart Geometry Object Detection

Gambar 3 Flash card yang dideteksi oleh kamera

Inovasi yang dibuat ini merupakan hasil pengembangan dari mata kuliah Pengolahan Citra Digital, salah satu mata kuliah yang ditempuh oleh Fajar Wibisono yang diampu oleh Dias Aziz Pramudita, S.Pd., M.Cs. Inovasi media pembelajaan tersebut meraih juara 1 dalam lomba Inovasi media pembelajaran matematika yang diselenggarakan oleh Universitas PGRI Yogyakarta pada tanggal 28 Februari 2021 hingga 6 Maret 2021. Pada prosesnya, tim yang diketuai Fajar ini berhasil masuk 10 besar pada seleksi tahap pertama, kemudian setelah melakukan presentasi kelompok selama 10 menit akhirnya berhasil meraih juara pertama.

Dalam pembuatan aplikasi yang mengusung AI sebagai karya inovasi teknologi ini, Fajar bekerjasama dengan rekan satu timnya yaitu Aulia Qisthi Rosyada dan Yuni Setya Ningsih, yang juga mahasiswa Prodi Pendidikan Teknik Informatika semester 6.

“Benar-benar kami tidak menyangka bisa meraih juara 1, melihat persiapan kami yang cukup mepet, H-1 kami benar-benar tidak tidur untuk menyelesaikan media dan persiapan presentasi, namun alhamdulillah masih menjadi rizki kami mendapat juara 1, hal tersebut juga tidak lepas dari peran dosen pembimbing yang selalu membersamai kami selama lomba. Untuk itu terimakasih kami sampaikan kepada bapak Dias Aziz Pramudita S.Pd., M.Cs. dan Hardika Dwi Hermawan, S.Pd., M.Sc. dan seluruh dosen PTI yang selalu mendukung kami” jelas Yuni Setyaningsih.

“Dengan pencapaian ini kami berharap teman-teman mahasiswa PTI yang lain juga semakin bersemangat untuk turut serta meninggalkan jejak prestasi bagi prodi kita tercinta, dan terus bisa berkontribusi untuk kemajuan PTI kedepannya.” tutup Aulia Qisthi.