Dosen PTI UMS Luncurkan Sistem Presensi 4.0 dalam Mendukung Partisipasi Pengajian PCM Kebakkramat

Surakarta – 30 Juli 2026. Upaya transformasi digital dalam pengelolaan kegiatan dakwah terus diwujudkan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar. Melalui pendampingan berkelanjutan dari tim pengabdian masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), sistem presensi pada kegiatan Pengajian Ahad Pagi kini telah berkembang menjadi Sistem Presensi Pintar Berbasis Cloud Versi 4.0, yang menghadirkan berbagai inovasi untuk mendukung tata kelola organisasi yang lebih efektif, modern, dan berbasis data.

Program ini dikembangkan oleh tim dosen UMS yang dirancang oleh:

  • Sukirman, S.T., M.T., Ph.D.
  • Dedi Gunawan, S.T., M.Sc., Ph.D
  • Yunus Aris Wibowo, S.Pd., M.Sc.
  • Dr. Istanto, S.Pd.I., M.Pd.
  • Nurul Latifatul Inayati, S.Pd.I., M.Pd.I. 

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari skema Pengabdian Masyarakat Berbasis Pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah (P2M) UMS yang berfokus pada pemanfaatan teknologi untuk mendukung pengelolaan organisasi Muhammadiyah secara berkelanjutan.

Perjalanan pengembangan sistem ini berlangsung secara bertahap. Implementasi awal dimulai pada Maret 2025 melalui aplikasi sederhana berbasis Google Forms. Seiring meningkatnya kebutuhan organisasi, sistem terus disempurnakan menjadi aplikasi berbasis Google Apps Script, kemudian dikembangkan dengan integrasi repositori GitHub. Pada Februari 2026, tim UMS juga telah melaksanakan sosialisasi penerapan sistem versi 3.0 kepada warga Muhammadiyah di MIM Karanganyar sebagai bagian dari proses adaptasi teknologi.

Memasuki versi 4.0, sistem mengalami peningkatan yang signifikan. Menariknya, proses pembaruan tidak lagi memerlukan kegiatan sosialisasi tatap muka. Seluruh pengguna cukup melakukan pembaruan melalui notifikasi yang tersedia pada aplikasi versi sebelumnya, sehingga implementasi teknologi dapat berlangsung lebih praktis seiring meningkatnya literasi digital warga Muhammadiyah.

Sistem terbaru tetap mengusung arsitektur serverless yang memanfaatkan Google Sheets dan GitHub sebagai infrastruktur utama. Pendekatan ini memungkinkan PCM Kebakkramat mengoperasikan aplikasi tanpa harus mengeluarkan biaya sewa server. Untuk memastikan validitas data kehadiran, aplikasi dilengkapi dengan fitur swafoto (selfie) dan validasi koordinat GPS secara real-time sehingga kehadiran jamaah dapat diverifikasi berdasarkan lokasi pelaksanaan pengajian.

Selain berfungsi sebagai sistem presensi, versi 4.0 juga dikembangkan menjadi Decision Support System (DSS) yang membantu pimpinan cabang dalam mengambil keputusan berbasis data. Empat dasbor analitik utama disediakan, yaitu peringkat jamaah paling aktif, pemetaan tingkat partisipasi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), basis data AUM yang terintegrasi, serta analisis tren kehadiran jamaah dari waktu ke waktu. Informasi tersebut menjadi dasar dalam merancang strategi dakwah yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

Inovasi yang dikembangkan tim UMS terbukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan partisipasi jamaah. Ketua PCM Kebakkramat, Ir. H. Paryono, menyampaikan bahwa sistem presensi pintar mampu meningkatkan kehadiran warga sekaligus memudahkan pimpinan dalam memantau tingkat keaktifan jamaah maupun AUM melalui data yang tersaji secara real-time. Menurutnya, data tersebut kini menjadi landasan penting dalam menyusun berbagai strategi untuk meningkatkan keterlibatan warga dalam kegiatan Persyarikatan Muhammadiyah.

Meski menghadirkan berbagai teknologi canggih, aplikasi tetap dirancang dengan antarmuka yang sederhana dan mudah digunakan. Hasil pengujian menggunakan metode System Usability Scale (SUS) menunjukkan tingkat penerimaan pengguna yang tinggi. Sebagai bentuk keberlanjutan program, tim pengabdian UMS saat ini juga tengah menyelesaikan penyusunan buku panduan penggunaan, pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), serta publikasi hasil pengembangan sistem ke jurnal ilmiah nasional. Dengan pengembangan yang konsisten sejak versi 1.0 hingga 4.0, inovasi ini diharapkan dapat menjadi model transformasi digital dakwah yang profesional, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.