Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menuntaskan proses revitalisasi dan finalisasi kurikulum melalui serangkaian kegiatan review bersama pakar nasional dan internasional. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan kurikulum PTI selaras dengan perkembangan teknologi, kebutuhan dunia kerja, kebijakan pendidikan tinggi, serta arah pengembangan keilmuan di bidang informatika dan pendidikan.

Tahapan penyelarasan kurikulum bersama pakar internasional telah dilaksanakan pada 15 Desember 2025 dengan menghadirkan Prof. Dr. Thomas Köhler dari Technische Universität Dresden, Jerman, secara daring. Pada kesempatan tersebut diselenggarakan Focus Group Discussion (FGD) mengenai penerapan Artificial Intelligence (AI) di pendidikan tinggi dan pendidikan vokasi. Diskusi membahas berbagai peluang dan tantangan integrasi AI dalam proses pembelajaran, pengembangan kompetensi digital, serta kebutuhan kompetensi masa depan yang perlu diakomodasi dalam kurikulum.
Ketua Program Studi PTI UMS, Sukirman, Ph.D., menyampaikan bahwa keterlibatan pakar internasional memberikan perspektif global yang penting dalam pengembangan kurikulum.
“Perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan artifisial, berlangsung sangat cepat. Karena itu, kurikulum harus mampu mengantisipasi kebutuhan masa depan tanpa meninggalkan fondasi pedagogik yang kuat. Masukan dari Prof. Thomas Köhler menjadi referensi penting bagi kami dalam merumuskan arah pengembangan kurikulum PTI,” ungkapnya.
Memasuki tahap finalisasi, Program Studi PTI mengundang sejumlah pakar internal UMS pada bulan Juli 2026, yaitu Prof. Budi Murtiyasa, M.Kom., Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., dan Dr. Laili Etika Rahmawati, M.Pd. Kegiatan ini difokuskan pada penelaahan dokumen kurikulum agar sesuai dengan kebijakan akademik UMS, pendekatan Outcome-Based Education (OBE), serta berbagai ketentuan dan instrumen akreditasi terbaru dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK). Para reviewer memberikan masukan terkait struktur kurikulum, capaian pembelajaran lulusan, mekanisme asesmen, hingga pemetaan mata kuliah terhadap standar akreditasi.
Selain itu, review eksternal dilaksanakan pada 11 Juli 2026 di Yogyakarta dengan menghadirkan pakar kurikulum dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Dr. Priyanto, M.Kom. Pada sesi ini, pembahasan difokuskan pada penguatan visi keilmuan Program Studi PTI serta penerjemahan visi tersebut ke dalam struktur kurikulum, capaian pembelajaran lulusan, bahan kajian, dan mata kuliah. Berbagai masukan diberikan agar identitas keilmuan PTI semakin kuat dan memiliki diferensiasi yang jelas dibandingkan program studi sejenis.

Ketua Task Force Revitalisasi Kurikulum PTI, Arif Setiawan, M.Eng., menjelaskan bahwa proses penyusunan kurikulum dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
“Kami berupaya memastikan bahwa setiap komponen kurikulum memiliki keterkaitan yang kuat, mulai dari visi keilmuan, profil lulusan, capaian pembelajaran, hingga implementasinya dalam mata kuliah. Masukan dari para pakar internal maupun eksternal menjadi dasar penting dalam penyempurnaan dokumen kurikulum agar relevan dengan kebutuhan masyarakat, dunia kerja, dan perkembangan teknologi,” jelasnya.
Sementara itu, Sukirman, Ph.D. menegaskan bahwa finalisasi kurikulum bukan hanya bertujuan memenuhi tuntutan regulasi, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas lulusan.
“Kurikulum yang baik harus mampu menjawab kebutuhan zaman sekaligus mempersiapkan lulusan yang adaptif, inovatif, dan memiliki kompetensi profesional sebagai pendidik maupun praktisi teknologi. Melalui proses review yang komprehensif ini, kami optimistis kurikulum PTI semakin siap menghadapi tantangan era transformasi digital,” tuturnya.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Program Studi PTI UMS berhasil menyelesaikan proses finalisasi dokumen kurikulum yang selaras dengan pedoman Universitas Muhammadiyah Surakarta, standar LAMDIK, serta kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Kurikulum baru ini diharapkan mampu menjadi fondasi dalam menghasilkan lulusan yang unggul, berkarakter, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta siap berkontribusi dalam dunia pendidikan dan industri digital.

