Pendidikan Teknik Informatika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus menunjukkan komitmennya dalam peningkatan mutu akademik melalui penyelenggaraan Workshop Kurikulum bertema Revitalisasi Kurikulum. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Seminar Lantai 5 Gedung Pascasarjana UMS sebagai bagian dari upaya pembaruan kurikulum yang berkelanjutan.

Workshop tersebut diikuti oleh pimpinan Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Tim Task Force Kurikulum, manajemen fakultas, serta perwakilan unsur terkait lainnya. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk melakukan refleksi dan penataan ulang kurikulum agar selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.
Ketua Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Sukirman, Ph.D., menilai revitalisasi kurikulum merupakan langkah penting untuk memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan dan adaptif terhadap perubahan zaman, khususnya di bidang teknologi informasi dan pendidikan vokasi.
“Revitalisasi kurikulum ini kami pandang sebagai upaya memperkuat kualitas lulusan Pendidikan Teknik Informatika, agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap berkontribusi nyata di dunia pendidikan dan industri,” ujarnya, Minggu (14/12/2025).
Ia menambahkan bahwa kurikulum yang disusun harus mampu membentuk karakter lulusan secara utuh, mencakup kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial. Hal tersebut sejalan dengan visi FKIP UMS dalam mencetak pendidik dan tenaga profesional yang berdaya saing global.
Workshop ini menghadirkan narasumber Dr. Laili Etika Rahmawati, S.Pd., M.Pd., akademisi dan pakar kurikulum yang aktif dalam riset serta pengembangan kurikulum pendidikan tinggi. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa revitalisasi kurikulum tidak sekadar bersifat administratif, tetapi harus menjadi proses pembaruan substantif yang responsif terhadap dinamika global dan kebutuhan pengguna lulusan.

“Revitalisasi kurikulum bukan hanya soal mengganti dokumen, tetapi memastikan bahwa kurikulum benar-benar relevan dengan kebutuhan mahasiswa, perkembangan ilmu pengetahuan, dan tuntutan dunia kerja,” tegasnya.
Selama workshop berlangsung, peserta terlibat aktif dalam diskusi dan peninjauan kurikulum yang sedang berjalan. Pembahasan meliputi evaluasi capaian pembelajaran lulusan (CPL), pemetaan mata kuliah, strategi pembelajaran, hingga model asesmen. Proses ini diharapkan menghasilkan kurikulum yang lebih sistematis, terukur, dan kontekstual dengan kebutuhan bidang Pendidikan Teknik Informatika.
Ketua Tim Task Force Kurikulum Pendidikan Teknik Informatika, Arif Setiawan, M.Eng., menjelaskan bahwa tim telah menyiapkan sejumlah langkah teknis untuk memastikan proses revitalisasi berjalan terarah. Fokus utama diarahkan pada penyelarasan CPL, struktur mata kuliah, serta kebutuhan dunia pendidikan dan industri teknologi.
“Kurikulum tidak hanya harus memenuhi standar akreditasi, tetapi juga memiliki nilai tambah melalui integrasi teknologi, penguatan praktik, dan pengalaman belajar yang bermakna bagi mahasiswa,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Dekan I FKIP UMS, Dr. Miftakhul Huda, menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh dosen dalam menyukseskan implementasi kurikulum yang telah direvitalisasi. Menurutnya, keberhasilan kurikulum sangat ditentukan oleh pelaksanaan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa dan berbasis capaian pembelajaran.
Workshop yang digelar pada Selasa (9/12/2025) ini menghasilkan sejumlah kesepakatan penting, di antaranya penyelarasan profil lulusan dengan kebutuhan dunia pendidikan dan industri teknologi, peninjauan struktur kurikulum agar lebih ringkas dan relevan, serta penguatan integrasi teknologi dan digitalisasi pembelajaran. Kesepakatan lainnya mencakup penguatan evaluasi berbasis CPL, pembelajaran berbasis pengalaman, dan pengembangan soft skills abad ke-21.
Hasil workshop tersebut akan menjadi dasar penyusunan draf kurikulum lanjutan yang selanjutnya dibahas di tingkat fakultas dan senat akademik. Melalui kegiatan ini, FKIP UMS, khususnya Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembaruan kurikulum demi menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan siap berkontribusi bagi masyarakat.

