Berkecimpung pada Pengabdian Masyarakat, 3 Mahasiswa PTI Berhasil lolos Seleksi Pendanaan pada PKM 2026

Surakarta – 22 Mei 2026. 3 Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika UMS yang terbagi dalam 2 tim PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) berhasil lolos seleksi skema pendanaan PKM yang diadakan Belmawa Kemendiktisaintek. Berkolaborasi antarprogram studi, kedua tim ini berfokus pada bidang pengabdian masyarakat, terutama pada sekolah dan siswa/i yang memerlukan perhatian khusus.

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan program yang diselenggarakan oleh Kemendiktisaintek untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa melalui kegiatan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, penerapan teknologi, kewirausahaan, maupun penciptaan karya inovatif. Bertujuan untuk mendorong mahasiswa untuk menghasilkan solusi dan karya yang bermanfaat bagi masyarakat serta mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ketiga mahasiswa/i PTI UMS telah berhasil membentuk tim, perencanaan, hingga inisiasi mereka didanai untuk pelaksanaannya.

Bergerak di bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM), ketiga mahasiswa berikut juga terbagi dalam 2 tim PKM dan memiliki konsep dan inovasi yang beragam. Kedua tim tersebut adalah Sahabat Disleksia dan Pelita Jiwa. Ketiga mahasiswa PTI UMS ini terbagi sebagai berikut:

  • Shandy Yusril Fadlullah (PTI’23 – Sahabat Disleksia)
  • Aisyah Aditya Wulandari (PTI’23 – Sahabat Disleksia)
  • Naufal Jonathan Putra Santoso (PTI’24 – Pelita Jiwa)

Dengan Integrasi Media Multisensori, Tim Sahabat Disleksia kali ini berinovasi untuk membuat media pembelajaran bagi anak-anak penyintas kondisi disleksia (Dyslexia) yang merupakan kondisi gangguan belajar spesifik berupa kesulitan dalam membaca, menulis, atau mengeja. Mereka berintervensi dengan psikoedukasi melalui penggunaan augmented reality dan media multisensori yang efektif dan adaptif dalam pengenalan huruf, mengeja, hingga menulis huruf. Inovasi ini juga lahir atas keterbatasan guru pendamping khusus dan media pembelajaran yang mendukung.  

Berinovasi pada peningkatan efikasi diri, kepercayaan diri, dan kemandirian anak asuh di Rumah Yatim Arrahmah Boyolali. Tim Pelita Jiwa berfokus pada pemulihan kondisi mental anak-anak panti yang cenderung pasif, mengalami trauma verbal akibat perundungan, serta memiliki keraguan dalam mengambil keputusan. Pelaksanaan program dilakukan melalui media pembelajaran interaktif berupa permainan ular tangga Evoladder, pemanfaatan QR Code, mission card, dan jurnal refleksi Rise Me sebagai sarana pengembangan diri. 

Kedua tim memiliki tujuan yang sama dalam membawa perubahan dan kemajuan dalam pendidikan. Inovasi ini menunjukkan kreativitas dan kolaborasi mahasiswa PTI dengan mahasiswa UMS lainnya dalam berinisiatif dan mencetuskan alternatif baru bagi keresahan yang ada dalam masyarakat saat ini. Sungguh mulia ide, temuan, dan inovasi mereka dalam pendidikan dan masyarakat untuk menciptakan pendidikan inklusif, aktif, dan pengembangan diri yang efektif. 

Kepala Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Sukirman, S.T., M.T., Ph.D., turut mengapresiasi seluruh upaya yang dilakukan mahasiswa/i PTI dalam seleksi PKM ini. Pendanaan dan keberlanjutan program ini menjadi langkah awal bagi mereka untuk terus berinovasi dalam pendidikan. Serta menjadi mahasiswa/i yang kreatif dalam mencetuskan alternatif yang berdampak bagi masyarakat.