Mahasiswa PTI UMS Berkontribusi Mewujudkan Pendidikan Berskala Global melalui KKN Internasional di Malaysia

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam pengembangan pendidikan berskala global berpartisipasi pada program Kuliah Kerja Nyata(KKN) Internasional diselenggarakan beberapa negara  termasuk Malaysia. Obietama Ilham Rafsanjani mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika (FKIP) mahasiswa yang berpartisipasi, dengan bersama rekannya dari berbagai PTMA. Obietama membagikan pengalamannya selama mengemban KKN di Pulau Penang, Malaysia.

Mahasiswa yang melaksanakan program ke Malaysia dikoordinasikan oleh FKIP UMS dengan pendampingan Muhammad Fahmi Johan Syah, S.Pd., M.Pd., Ph.D. yang berperan sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) pada program KKN Internasional. Program yang berlangsung pada 27 Januari 2025 hingga 21 Februari 2025.

Gambar 1. Beberapa dokumentasi kegiatan

Obietama bersama rekannya dalam program KKN di Malaysia ditempatkan Sanggar Bimbingan milik organisasi PERMAI Penang, merupakan organisasi nonpemerintah yang bergerak di bidang sosial, pendidikan, dan budaya untuk masyarakat Indonesia di Malaysia. Mereka tiba di Malaysia pada 25 Januari 2025 yang disambut oleh Bapak Khozaeni selaku Kepala Sanggar Bimbingan PERMAI Penang dan juga Wakil Presiden PERMAI Penang.

Mereka menjalankan berbagai program kerja (proker) yang bertujuan dapat meningkatkan kualitas Pendidikan sekolah di Malaysia. Berbagai kegiatan dilakukan pada tiap minggunya seperti pada kegiatan minggu pertama meliputi partisipasi dalam Isra’ Mi’raj di sanggar anak-anak, kunjungan rekreasi ke Pulau Jerejak Jetty, menghadiri penerimaan KKN-dik Internasional Angkatan 12 di KJRI Penang, berkunjung ke kediaman Konsulat Jenderal RI, serta memperkenalkan budaya Indonesia kepada siswa sanggar.

Minggu kedua mereka melanjutkan kegiatan seperti partisipasi  dalam menghadiri Milad ke-5 Sanggar Bimbingan PERMAI Penang, mengenalkan Generative AI melalui fitur text-to-image serta Baamboozle. Di minggu terakhir kegiatan yang dilakukan belajar mengajar dan perpisahan.

Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga minggu tersebut bertujuan dapat mempererat hubungan budaya dan pendidikan Indonesia-Malaysia, memperkenalkan inovasi teknologi pembelajaran, serta memberikan pengalaman mengajar internasional bagi mahasiswa KKN sambil memperkuat kerja sama antar lembaga pendidikan kedua negara.

Menurutnya, kendala yang ia rasakan bukan perihal karena aksen Malaysia yang mudah dipelajari dan dipahami menjadikan kami dapat mengikutinya, namun selama disana biaya konsumsi relatif tinggi bagi pendatang seperti saya.

Harapannya Program KKN-dik Internasional ini diharapkan dapat berlanjut dengan angkatan-angkatan berikutnya, memperluas dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan di kedua negara serumpun.

“Penduduk setempat menunjukkan keramahan dan kesediaan yang tinggi dalam memberikan bantuan serta perhatian kepada sekitar bahkan mereka tidak segan untuk memberikan peringatan, tidak hanya itu mereka sigap menawarkan pertolongan ketika terjadi hal-hal sederhana, hal tersebut sangat mencerminkan tingkat kepedulian mereka tinggi” pungkasnya.