Inovasi Tanpa Batas PTI UMS bersama Pakar Jerman Mattis Altmann Menjembatani Revolusi Digital dalam Pendidikan

Pendidikan Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) telah menyelenggarakan s4esi kuliah internasional bertajuk “Integrasi Digitalisasi dalam Kurikulum: Pelajaran dari Sistem Pendidikan Jerman” yang disampaikan oleh Mattis Altmann, peneliti PhD dari TU Dresden, Jerman. Seminar dilaksanakan pada Senin, 10 Maret 2025 ini merupakan bagian dari upaya UMS untuk memperkenalkan ke mahasiswa PTI UMS tentang sistem pendidikan yang ada di Jerman.

Rangkaian acara dibuka dengan sambutan hangat dari Arif Setiawan S.Kom., M.Eng., Kepala Program Studi Pendidikan Teknik Informatika. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa kuliah bertaraf internasional ini merupakan manifestasi nyata dari dedikasi UMS dalam menyediakan pengalaman pembelajaran yang holistik dan berwawasan global kepada seluruh mahasiswanya.

Dias Aziz Pramudita merupakan Dosen PTI UMS sekaligus menjadi moderator pada seminar Internasional tersebut. Dalam sambutannya, menyampaikan bahwa kuliah umum ini merupakan bagian dari upaya UMS untuk memperkuat kerja sama internasional, khususnya dengan institusi pendidikan Jerman. Kemudian Dias menyatakan “UMS berkomitmen untuk menjadi pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada tahun 2029, kerja sama dengan institusi pendidikan Jerman merupakan langkah strategis untuk mencapai visi tersebut,”.

Dalam presentasinya, Mattis Altmann membahas secara mendalam tentang sistem pendidikan Jerman, sejarah sistem pendidikan vokasi ganda di Jerman, serta implementasi kebijakan pendidikan digital. Peserta yang terdiri dari mahasiswa PTI UMS dan dosen UMS mendapatkan wawasan berharga tentang pendekatan collaborative virtual learning dalam pendidikan tinggi.

Gambar 1. Pemaparan materi Mattis Altmann

Salah satu topik utama yang dibahas adalah sistem sekolah di Jerman yang memiliki struktur 3 tingkat, dengan 4 tahun sekolah dasar diikuti 6 tahun sekolah menengah sebelum memilih untuk melanjutkan ke pelatihan vokasi atau universitas. Mattis juga menekankan bahwa di Jerman, pemerintah federal tidak mengatur sistem sekolah, melainkan menyerahkan pengaturan kurikulum dan perekrutan staf kepada masing-masing negara bagian.

Di luar pembahasan mengenai dual system, dialog juga mengeksplorasi urgensi pendidikan karakter dan transformasi digital dalam ekosistem pendidikan. Dias memberikan ilustrasi konkret bagaimana etos kedisiplinan dan keteraturan yang tertanam kuat di negara-negara maju seperti Jerman bukanlah sekadar produk regulasi, melainkan hasil kultivasi berkelanjutan sejak usia dini.

“Masyarakat di sana telah menginternalisasi nilai-nilai seperti berhenti saat lampu merah menyala, menghormati giliran dalam antrean, dan menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada wadah yang tepat. Kebiasaan-kebiasaan yang tampak sederhana inilah yang menjadi pondasi penting dalam membentuk sumber daya manusia berkualitas tinggi,” papar Dias dengan penuh keyakinan”.

Gambar 2. Kuis interaktif

Dalam sesi interaktif, Mattis menggunakan kuis untuk melibatkan peserta yang hadir dan mendorong refleksi diri tentang kebijakan pendidikan digital. Dia menjelaskan tentang kerangka Digital Competencies for Educators dari Komisi Eropa, yang menekankan pentingnya guru mengajarkan kompetensi digital kepada siswa. Altman menegaskan bahwa “Sistem pendidikan kejuruan ganda telah terbukti efektif dalam mengurangi pengangguran, terutama di kalangan pemuda” tuturnya.

“Kami sangat berterima kasih kepada Mattis Altmann yang telah berbagi pengetahuan dan menginspirasi peserta yang hadir,” ungkap Dias. Di akhir sesi, Irma Yuliana, ST, MM,M.Eng dosen PTI UMS bergabung bersama Diaz dan Mattis. Irma merencanakan kolaborasi lanjutan di masa depan dengan Mattis sebagai tindak lanjut serta mengapresiasi atas materi yang disampaikan oleh pakar Jerman tersebut serta, sangat mengapresiasi materi yang disampaikan Mattis Altmann.

Harapannya UMS akan terus mengeksplorasi potensi kolaborasi di masa depan di tingkat global sebagai bagian dari upaya internasionalisasi pendidikan. Melalui jembatan pengetahuan yang dibangun dalam kuliah tamu internasional ini, UMS membuktikan keseriusannya dalam membuka cakrawala pendidikan yang lebih luas bagi mahasiswanya.