Belajar Bersama Dosen PTI UMS, Guru SMAN 1 Surakarta Kini Siap Mengajar dengan AI

Sebanyak 70 guru SMA Negeri 1 Surakarta mengikuti kegiatan Pelatihan Koding dan Artificial Intelligence (AI) untuk Asesmen Pembelajaran yang diselenggarakan selama dua hari, yakni Senin, 24 November dan Rabu, 26 November 2025. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Multimedia SMA Negeri 1 Surakarta sebagai bagian dari upaya penguatan kompetensi guru di bidang teknologi digital.

Pelatihan ini menghadirkan dua dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta sebagai pemateri. Arif Setiawan, S.Kom., M.Eng. menyampaikan materi pelatihan koding, sementara Aditya Nur Cahyo, S.Kom., M.Eng. memberikan pelatihan tentang pemanfaatan AI untuk asesmen pembelajaran.

Kegiatan dibuka dengan sambutan yang diwakili oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA Negeri 1 Surakarta, Arni Ferra Sinatra, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi langkah strategis sekolah dalam menyiapkan guru agar lebih siap menghadapi transformasi pembelajaran berbasis teknologi, khususnya dalam pemanfaatan kecerdasan artifisial.

Pada sesi pelatihan koding, peserta diperkenalkan dengan konsep vibe coding menggunakan Canva AI. Melalui pendekatan ini, para guru diajak untuk memahami logika pembuatan konten dan aktivitas digital berbasis kecerdasan buatan tanpa harus melakukan pemrograman kompleks. Metode ini dinilai lebih mudah dipahami dan aplikatif bagi guru lintas mata pelajaran. Di akhir sesi pelatihan, para peserta juga mendemonstrasikan hasil media pembelajaran yang telah mereka buat secara langsung. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa melalui pelatihan singkat dan aplikatif, guru mampu menghasilkan produk pembelajaran sekaligus menyusun asesmen berbasis AI untuk mendukung proses evaluasi yang lebih adaptif dan efektif di kelas.

Sementara itu, pada sesi pelatihan AI untuk asesmen pembelajaran, peserta mendapatkan wawasan tentang pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam menyusun instrumen penilaian, analisis hasil belajar, serta pengembangan evaluasi pembelajaran yang lebih adaptif dan personal.

Arif Setiawan, S.Kom., M.Eng. menyampaikan bahwa pelatihan ini tidak hanya bertujuan mengenalkan teknologi, tetapi juga membangun pola pikir guru agar lebih terbuka terhadap pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan. “Guru tidak harus menjadi programmer, tetapi perlu memahami bagaimana teknologi bekerja agar bisa dimanfaatkan secara bijak dalam pembelajaran,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, para guru tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual tentang koding dan kecerdasan artifisial, tetapi juga dibekali keterampilan praktis untuk membuat media pembelajaran serta menyusun asesmen berbasis AI. Dengan bekal tersebut, guru diharapkan mampu merancang pembelajaran yang lebih kreatif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik di era digital.