Sebanyak 26 mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) Universitas Muhammadiyah Surakarta mengikuti acara Pembekalan dan Pelapasan di Hotel Multazam, Pabelan, Kartasura, Kamis (15/9/2022).
Dijelaskan bahwa dari 26 mahasiswa yang lulus, 5 diantaranya berhasil lulus tanpa sidang paripurna pedadaran dikarenakan berhasil mempublikasikan artikel ilmiah di konferensi internasional terindeks scopus. Mereka adalah Nila Arianti, Yuni Setya Ningsih, Vina Nur Aisyah, Naji Ammaruddin, Murtadha, dan Bilqis Binar Fitantri.
Dalam sambutan ketua prodi PTI UMS, bapak Arif Setiawan, S.Kom, M.Eng. menyebutkan bahwa ada 26 mahasiswa akan diwisuda pada hari sabtu (17/9/2022) mendatang. “Alhamdulillah ada 26 mahasiswa PTI yang akan diwisuda pada hari sabtu ini, prodi memberikan selamat dan tetaplah berjuang” ujar bapak Arif Setiawan.
Wisudawati PTI UMS periode I tahun 2022/2023 peraih nilai IPK tertinggi adalah Nila Arianti dengan nilai 3.82. Nila Arianti juga membagikan tips bisa lulus tanpa sidang yaitu dengan membuat artikel dan menerbitkannya nya ke jurnal internasional atau konferensi internasional.
“Ambilah judul skripsi yang kalian kuasai,” pesan Nila Arianti kepada para mahasiswa perwakilan yang menghadiri acara tersebut.
Acara Pembekalan dan Pelepasan yang diawali dengan coffe break serta penampilan dari tim band Garis Merah menghadirkan pembicara Fajar Indra Prasetyo. Saat ini beliau menjabat sebagai CEO & Founder PT. Teknoreka Inovasi Nusantara serta komisaris di PT. Esthes Multitekno Indonesia.
Materi yang disampaikan oleh pembicara sangat informatif dan dikemas dengan menarik. Beliau menyampaikan zaman bahwa sekarang portofolio sangat penting, sehingga lulus tidak hanya modal ijazah. Dijelaskan dalam materi PPT nya bahwa mempersiapkan karir perlu adanya portfolio, skill, dan jaringan untuk versi hardnya. Sedangkan untuk versi soft nya yaitu attitude, adaptif, dan solutif.
“Pandai membuat portofolio, apalagi dalam dunia informatika itu penting. Era start up sekarang sudah nggak lihat lagi jurusannya mana, artinya teman-teman di sini kompetisinya semakin banyak, dan hal yang membedakannya yaitu dari portofolio,” jelas pak Fajar Indra Prasetyo.
Ia juga mengungkapkan di zaman sekarang bahwa ada semboyan orang yang bisa bertahan diera sekarang adalah bukan orang pintar, tapi orang yang mampu beradaptasi.



