Prestasi Internasional: Dosen UMS Raih Medali Emas di EUROINVENT 2025 Berkat Inovasi Pembelajaran Berbasis VR

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Dias Aziz Pramudita, S.Pd., M.Cs., dosen Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi (PTI) UMS, berhasil meraih medali emas dalam ajang European Exhibition of Creativity and Innovation (EUROINVENT) 2025 yang diselenggarakan di Iași, Rumania.

EUROINVENT merupakan pameran internasional bergengsi yang menampilkan hasil riset dan inovasi dari peneliti berbagai negara. Dalam ajang ini, Dias mempresentasikan karya inovatifnya berupa “VR Computhink”, sebuah media pembelajaran berbasis teknologi virtual reality (VR) yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan berpikir komputasional (computational thinking) siswa.

“VR Computhink” menggabungkan pendekatan game-based learning dengan dunia virtual yang imersif. Game ini mengusung semangat tantangan Bebras Challenge sebagai sumber utama konten, yang dikemas dalam bentuk dunia virtual yang menarik. Dengan antarmuka yang intuitif dan alur yang adaptif, siswa diajak untuk memahami konsep informatika dasar seperti algorithmic thinking, decomposition, dan pattern recognition dengan cara yang menyenangkan dan memicu eksplorasi.

Inovasi ini merupakan hasil pengembangan dari disertasi Dias yang dikembangkan lebih lanjut melalui kolaborasi riset antara UMS, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan Technische Universität Dresden (TUD) Jerman. Kegiatan ini didukung oleh skema Hibah Integrasi Tridharma (HIT) dari Lembaga Riset dan Inovasi (LRI) UMS.

Dalam ajang EUROINVENT 2025, para peserta mendapat kesempatan mempresentasikan hasil risetnya di hadapan dewan juri lintas bidang. Dias mempresentasikan karyanya di hadapan tiga juri bidang teknologi yang menilai aspek tujuan, relevansi, temuan, hingga dampak implementasi. Meskipun masih dalam bentuk prototipe, “VR Computhink” berhasil mencuri perhatian juri dan pengunjung pameran.

“Saya awalnya hanya berharap meraih special award, tetapi diberi gold medal itu luar biasa. Apalagi banyak peserta lain yang membawa karya paten,” ujar Dias dalam wawancara daring.

Dias berharap capaian ini dapat menjadi pemicu semangat bagi mahasiswa dan sivitas akademika UMS lainnya. “Kalau dosennya bisa, mahasiswa juga pasti bisa. Mereka bahkan punya lebih banyak waktu untuk eksplorasi,” tegasnya. Ia juga mengajak komunitas akademik UMS untuk semakin aktif berpartisipasi dalam ajang internasional maupun hibah riset global, sebagai bagian dari langkah strategis memperkuat posisi UMS dalam peta pendidikan dunia.

Prestasi Dias Aziz Pramudita ini tidak hanya mengharumkan nama UMS di kancah internasional, tetapi juga menunjukkan komitmen universitas dalam mendorong inovasi dan kolaborasi riset global. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi dosen dan mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam pengembangan pendidikan berbasis teknologi.