PTI UMS menjadi salah satu inisiator SEA IGF 2021 bidang Youth and Innovation

Internet telah menjadi media yang memungkinkan setiap pengguna, baik individu, komunitas atau organisasi, untuk berkomunikasi dan bertransaksi lintas batas negara. Dalam laporan e-Conomy SEA 2020, akibat pandemi Covid-19, penggunaan layanan digital untuk e-commerce dan pembayaran online di Asia Tenggara melonjak. Bahkan, pada 2020, enam negara di Asia Tenggara, yakni Singapura, Malaysia, Indonesia, Filipina, Vietnam, dan Thailand, akan memiliki pengguna Internet gelombang pertama sebanyak 40 juta.


Saat ini, jumlah total pengguna Internet di negara-negara tersebut telah mencapai 400 juta, terhitung hampir 70% dari total populasi. Tentu saja, baik itu dari perilaku penggunaan hingga jumlah pengguna, internet di kawasan Asia Tenggara memiliki dinamika dan problematika tersendiri dalam tata kelola. Oleh karena itu, keberadaaan tata kelola internet yang transparan, akuntabel dan profesional dengan pendekatan pemangku kepentingan majemuk (multistakeholders) menjadi makin relevan dan signifikan sebagai bagian wacana dan implementasi kebijakan berkaitan dengan internet.
SEA-IGF 2021 sendiri merupakan sebuah forum regional yang menggunakan pendekatan multistakeholder untuk memahami perspektif masing-masing pengampu kepentingan. Forum itu membahas isu yang berkembang sekaligus mencari solusi komprehensif atas tata kelola internet. Tahun ini, penyelenggaraan SEA-IGF mengambil tema “Transformasi Digital di Asia Tenggara”. Dengan tiga sub tema yaitu Infrastruktur TIK dan Keamanan Siber, Hak dan Masyarakat Digital, serta Orang Muda dan Pengembangan Inovasi
Prodi PTI Universitas Muhammadiyah Surakarta selaku institusi yang bergerak di bidang pendidikan turut ikut serta dalam kegiatan tersebut. Di wakili oleh Ibu Irma Yuliana, PTI UMS berperan sebagai inisiator tema “Computational Thinking Skills, a Human – Centric Approach Towards Digital Transformation”. Computational Thingking (CT) merupakan salah satu skill yang sangat diperlukan di abad 21 karena mampu melatih kemampuan berpikir kritis dalam berbagai bidang. CT juga diperlukan sebagai dasar dalam menguasai ICT dan digital literacy.
Kegiatan ini akan diselenggarakan di Bali pada tanggal 1-2 September 2021 secara hybrid. Peserta dapat mengikuti forum tersebut secara online dengan mendaftar melalui https://registration.seaigf.id.
Berikut rundown untuk sub thema “Computational Thinking Skills, a Human – Centric Approach Towards Digital Transformation”.