Seminar Internasional PTI UMS Mengupas Strategi Sukses Belajar dan Karir di Kancah Global

Pada Minggu, 16 Maret 2025, Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengadakan diskusi yang mengusung tema “More than just living: Building a future abroad”, perbincangan yang menarik mengenai peluang karir di Jerman. Selain itu, membahas berbagai tantangan yang akan dihadapi saat bekerja di luar negeri, dengan menghadirkan pembicara berpengalaman yang membagikan wawasan mendalam tentang sistem pendidikan dan kesempatan kerja yang ada di negara Eropa tersebut.

Seminar melalui mata kuliah Hardika Dwi Hermawan, S.Pd., M.Sc. ITE., ia mengungkapkan meskipun banyak orang melihat pergi ke luar negeri sebagai bentuk pelarian, mahasiswa seharusnya menyadari bahwa langkah tersebut harus didasari oleh persiapan yang matang. Tujuannya bukan sekadar pergi tanpa arah, melainkan untuk mengembangkan keterampilan yang akan memberikan manfaat tidak hanya bagi diri mereka sendiri, tetapi juga bagi Indonesia. “Fenomena #KaburAjaDulu memang sedang tren, namun kami ingin mahasiswa memiliki tujuan yang jelas. Mereka harus memperkaya diri dengan keterampilan yang berguna, baik saat berada di luar negeri maupun ketika kembali ke tanah air,” tambahnya Hardika, dosen di UMS.

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh 130 mahasiswa, pembicara membagikan pengalaman transformatif mereka mengenai pendidikan dan pekerjaan di Jerman. Salah satu topik utama yang dibahas adalah program Ausbildung, sebuah program pelatihan kejuruan unik yang menggabungkan pendidikan praktis dengan pengalaman kerja langsung.

Gambar 1. Pemaparan Materi

Pada sesi pertamanya Alfito Danies dari Lebensmitteltechnik Heinrichsthaler Milchwerke GmbH menjelaskan bahwa program Ausbildung berlangsung selama 3-3,5 tahun dan terbuka bagi lulusan sekolah menengah. Program ini menawarkan keuntungan signifikan seperti pengalaman kerja di perusahaan Eropa dan peluang karir di seluruh kawasan Eropa. “Tidak menutupi tantangan yang dihadapi, seperti hambatan bahasa dan adaptasi budaya” tambahnya.

Dilanjutkan narasumber kedua Dr. Ing. Adrian Nuradiansyah, Ontology Engineer di Digital Science, yang telah menempuh pendidikan dari jenjang sarjana hingga doktoral di Dresden, berbagi perjalanan akademiknya yang berlangsung selama sembilan tahun. Pada tahun 2024, ia berhasil bertransisi dari dunia akademis ke industri teknologi informasi, kini bekerja jarak jauh untuk sebuah perusahaan berbasis di Halle.

Adrian membagikan pengalaman pribadinya menerima saran dari atasannya tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi. Ia juga menjelaskan konsep “Gilt” di Jerman, di mana anak-anak dilindungi oleh hukum dan mendapat tunjangan bulanan. Adrian mengajak teman-temannya untuk mempertimbangkan kesempatan bepergian ke Jerman atau Eropa, guna mengeksplorasi budaya dan agama yang beragam. Ia juga mengingatkan pentingnya memiliki asuransi untuk menghadapi tantangan cuaca ekstrem di Jerman.

Para pembicara juga memberikan tips berharga bagi mahasiswa Indonesia yang tertarik untuk studi atau bekerja di Jerman. Beberapa saran utama meliputi pentingnya meningkatkan keterampilan bahasa Jerman, mempersiapkan dokumen aplikasi dengan teliti, serta membangun jaringan komunikasi yang kuat. Selain itu, mereka menekankan perlunya memahami perbedaan budaya dan bergabung dengan komunitas Indonesia di Jerman untuk mempermudah adaptasi di sana. Setelah pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, di mana mahasiswa menunjukkan antusiasme yang luar biasa.

Hardika berharap “mahasiswa PTI dapat memperluas wawasan karir mereka, tidak hanya terbatas di dalam negeri, tetapi juga melihat peluang besar di luar negeri” ujar dosen PTI UMS. Diskusi ini merupakan bagian dari komitmen UMS untuk memberikan wawasan global kepada mahasiswanya. Universitas yang bertujuan menjadi pusat pendidikan dan pengembangan teknologi pada 2029 ini terus mendorong mahasiswanya untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan di tingkat internasional.