
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) Universitas Muhammadiyah Surakarta kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui tim PKM JAWARA-TECH yang berhasil meraih Juara 1 Lomba PKP2 PTMA 2025 Kategori PKM-PM.
Tim ini diperkuat oleh dua mahasiswa PTI, yaitu Naurah Qolbia (Angkatan 2022) dan Siti Sofia (Angkatan 2021). Keduanya mengusung gagasan pengembangan produk edukasi berbasis teknologi untuk mendukung pelestarian budaya Jawa melalui pendekatan yang kreatif, interaktif, dan relevan dengan generasi muda.
Tim PKM-PM JAWARA-TECH menghadirkan beberapa produk inovatif. Salah satu yang menjadi unggulan adalah Boardgame Jejak Ajisaka berbasis Augmented Reality (AR). Permainan ini dapat dimainkan oleh 2–4 orang, di mana pemain saling bertarung untuk menguasai wilayah pada papan permainan dengan cara menjawab soal. Keunikan lainnya, pemain dapat membuka kota misteri yang menampilkan dongeng Jawa dalam bentuk visual AR.

Selain itu, JAWARA-TECH juga mengembangkan Museum VR JAWARA, yaitu museum virtual yang menyajikan pameran tokoh-tokoh pahlawan Jawa lengkap dengan narasi berbahasa dan beraksara Jawa. Konsep ini dirancang agar generasi muda dapat mengenal sejarah dan tokoh budaya Jawa secara lebih mendalam melalui pengalaman visual yang imersif.
Produk lainnya adalah Kartu Sekata Aksara dan Kartu Sekata Bahasa. Keduanya merupakan media permainan edukatif berupa flashcard untuk menyusun kalimat menggunakan aksara Jawa maupun huruf latin. Permainan ini dapat dimainkan oleh 2–4 orang sehingga cocok digunakan sebagai media pembelajaran interaktif di lingkungan pendidikan.
Untuk melengkapi seluruh ekosistem pembelajaran tersebut, tim JAWARA-TECH juga mengembangkan Aplikasi Mobile JAWARA ADVENTURE, sebuah game berbasis Android yang dilengkapi dengan kamus aksara dan bahasa Jawa. Melalui aplikasi ini, pengguna dapat belajar budaya Jawa kapan saja dan di mana saja, disertai dengan permainan yang interaktif dan menyenangkan.
Prestasi yang diraih tim PKM JAWARA-TECH ini menjadi bukti bahwa mahasiswa PTI UMS mampu mengintegrasikan teknologi dengan nilai-nilai budaya secara kreatif dan aplikatif. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi, khususnya dalam mengembangkan teknologi yang berdampak langsung bagi pelestarian budaya dan pendidikan.


